This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Memupuk Kebersamaan Candida Adakan Gathering

lembaga pers mahasiswa Program Kedokteran Hewan ‘CANDIDA’ mengadakan gathering yang bertempat di lapangan rektorat Universitas Brawijaya.

Kita juga bisa..

Icang lulus dengan IPK 3,76 dengan durasi waktu 4 tahun 2 bulan. Bangga sekaligus menyandang beban adalah hal yang dirasakannya sekarang.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

.

Tuesday, March 29, 2016

Versus: Bagaimana CANDIDA di Mata Kolega?



          CANDIDA?? Pasti! Jargon itulah yang senantiasa menyertai setiap kegiatan yang diadakan oleh Komunitas Jurnalistik FKH UB “CANDIDA”. Sebagai satu-satunya lembaga pers di Universitas Brawijaya yang masih berdiri di bawah kementerian BEM, CANDIDA terus bermanuver dengan proker-proker barunya demi terwujudnya impian CANDIDA untuk menjadi sebuah LPM. “Buletin Suaka” begitulah kerap disapa, merupakan salah satu program kerja CANDIDA yang sudah dicanangkan selama 2 tahun berturut-turut dan digagas sebagai proker yang selalu ada setiap tahunnya. Melalui buletin ini pula CANDIDA mengenalkan maskot “Mak Can” sebagai brand image CANDIDA. Sebagai komunitas jurnalistik, seringkali CANDIDA harus menuai pro dan kontra akibat tulisan-tulisan yang selama ini dimuat, baik dalam media online maupun cetak. Bahkan tidak jarang Mak Can harus menemui buletinnya berakhir di kolong bangku kuliah bahkan di tempat sampah (Menulis itu susah lho Sahabat Mak Can, kalau tidak percaya yog bergabung dengan kita). Melalui rubrik Versus ini, Mak Can ingin mengetahui bagaimana pandangan CANDIDA di mata kolega dan kira-kira bagaimana animo kolega tentang keberadaan CANDIDA, khususnya terhadap keberadaan Buletin Suaka di tengah-tengah Civitas Akademika FKH UB. Berikut tanggapan dari responden yang berhasil Mak Can wawancarai.

“Kalau dilihat dari tahun ke tahun sih CANDIDA sudah semakin baik. Gak pernah ketinggalan update berita seputar KH walaupun kadang berita yang diposting di blog suka agak ngaret (kurang paham apakah memang jadwal postingnya khusus di hari-hari tertentu atau bagaimana). Semoga kedepannya bisa tambah lebih baik lagi ya! Saran juga sih kalau bisa bahas isu-isu terkini di Indonesia biar Mahasiswa KH gak ketinggalan berita banget. Jadi bukan cuma ngerti apa yang lagi terjadi di KH tapi juga yang lagi terjadi di Indonesia.”
 (Rangkuman Hasil Wawancara Mahasiswa Angkatan 2012)

“ CANDIDA itu lembaga pers ? Emang FKH punya ya ? Abisnya gak populer sih”.  “ Buletin Suaka itu apa ? Terbit tiap  dua minggu, ? Iyakah ? Di kelas aku ngga ada ih”.  “ Aku ngga pernah baca, soalnya tidak pernah ada di kelas aku sih..”
(Rangkuman Hasil Wawancara Mahasiswa Angkatan 2013)

Dari beberapa responden yang Mak Can kumpulkan hasilnya rata-rata tidak ada yang mengenal CANDIDA. Apalagi Buletin Suaka,dan setengahnya mengenal kalau CANDIDA adalah nama buletin yang selalu hadir di meja kelas setiap selasa pagi. 
“CANDIDA itu nama majalahnya ya ?  Kurang tau juga ya ?” 
“CANDIDA sedikit kurang menarik jadi anak-anak kurang minat untuk membaca. Mungkin untuk kedepannya lebih dipromosiin lagi sehingga CANDIDA menjadi lebih terexpose disetiap angkatan.”
(Rangkuman Hasil Wawancara Mahasiswa Angkatan 2014)

“ Nama persma FKH apa ya ? CANDIDA ? Oh iya tau kak. Yang selalu buat buletin ya kak ? kalau bisa,buletinnya jangan hitam putih kak, kalau bisa berwarna semua. Sama isinya jangan anak hits semua, kalau bisa sih mahasiswa yang  jarang terekspose diekspose juga, jadi biar  kesannya lebih merakyat juga. Ukuran  buletin nya kalau bisa diperbesar lagi kak, kalau bisa sebesar buku BigBoss itu kak. CANDIDA itu sudah keren sebenarnya kak. Selai  memaparkan berita  di KH  tiap tahun juga mengeluarkan  tiap 2 minggu sekali, sehingga beritanya terbilang up to date untuk dibaca.  Kekurangannya selama ini ya kurang publikasi kak....”
(Rangkuman Hasil Wawancara Mahasiswa Angkatan 2015)

          Demikian tanggapan kolega mengenai CANDIDA. Banyak masukan, kritik dan juga saran yang sangat membangun untuk CANDIDA dalam menjalankan kegiatan jurnalistik ditengah-tengah kesibukan Kolega FKH UB. Semoga dengan ini CANDIDA bisa semakin blow up dan senantiasa menyajikan berita-berita teraktual untuk para Kolega sekalian. “Mungkin kami masih banyak kekurangan, banyak hal yang perlu kami perbaiki, tapi mohon jangan buang kami!!! “#CandidaPasti (Mak Can)

Sosok: Chit-Chat bersama Ganendra Awang Kristandya “Dari mahasiswa biasa hingga jadi LUAR BIASA !”


Sosok: Chit-Chat bersama Ganendra Awang Kristandya
“Dari mahasiswa biasa hingga jadi LUAR BIASA !”
- il est trop tard pour ĂȘtre pessimiste: Its too late to be a pessimistic-

Siapa yang tak kenal dengan sosok satu ini, dialah Ganendra Awang Kristandya atau yang akrab disapa Awang. Awang merupakan salah satu mahasiswa berpengaruh di FKH UB dan juga meruakan sosok yang banyak menginspirasi mahasiwa fakultas kita tercinta ini. Sebut saja Ketua DPM FKH UB 2016, Bekti Sri Utami menyebutkan bahwa Awang yang merupakan MAWAPRES (Mahasiswa Berprestasi) Utama Universitas Brawijaya tahun 2013 ini sangat menginspirasinya untuk menjadi MAWAPRES sama sepertinya. Oleh karena itu, kali ini rubrik sosok akan mengupas lebih jauh mengenai sosok Awang. Selengkapnya mari kita simak percakapan dalam bentuk chit-chat antara Mak Can dengan Awang berikut ini :
Bagaimana sih awalnya kok bisa tertarik dengan Publik Speaking?
“Sebenarnya saat kuliah di FKH sulit untuk mengembangkan passion dibidang tersebut karena minimnya chanel dan lembaga di FKH, hingga suatu ketika ada perlombaan pidato berbahasa Inggris yang diselenggarakan oleh FIA yang Alhamdulillah dapat juara pertama, kemudian AEC (Administration English Club) sebagai penyelenggara lomba mengajak untuk bergabung di club tersebut dan dilatih dalam hal debat dan pidato berbahasa Inggris”.
Apa sih tantangan yang dihadapi sebagai seorang pembicara?
“Setiap orang punya cara bicara yang berbeda dimana kita pun dapat mengambil pelajaran dari setiap style yang dibawakan orang tersebut. Kemudian percaya bahwa apa yang orang lain bisa kita juga pasti bisa, tingkatkan kepercayaan terhadap diri sendiri, dan cobalah untuk berbicara jujur tentang apa yang kita anggap benar bukan yang orang lain ingin dengar dari kita”.
Bagaimana sih pengalaman susah maupun senang menjadi pembicara?
“Sebenernya susah ngomong dihadapan banyak orang dimana tadi kita harus bersikap jujur, kemudian harus mempersiapkan bahan “bicara” secara extra dan memahami audiencenya siapa. Senengnya, karena passion makanya rasanya senang sekali dapat men-share informasi pada orang lain dan juga informasi yang kamu berikan meninggalkan “jejak” atau dapat diingat oleh orang lain”.
Baru – baru ini kan katanya ke USA dalam rangka YSEALI Academic fellowship, pengalaman menarik apa sih yang didapat?
 “Selama disana pengalaman menarik yang saya dapatkan adalah pada saat interaksi dikelas dimana saat Professor yang mengajar mengatakan tidak perlu memamnggilnya dengan embel - embel gelarnya sebagai Professor karena menurutnya mahasiswa dapat belajar dari dosen dan sebaliknya dosen dapat belajar dari mahasiswa tanpa mementingkan setinggi apa gelarnya. Kemudian kelas disana dibentuk senyaman dan se-enjoy mungkin sehingga pelajaran menjadi menarik dan tidak membosankan”. 
Terakhir, tips apa yang dapat diberikan pada Mahasiswa FKH UB dalam hal Publik Speaking?
 “Pertama, harus tau siapa dan apa yang menarik dari diri anda dan tentunya pupuklah kepercayaan diri yang anada miliki. Publik speaking sendiri memiliki proses yang panjang agar mahir. Lewati proses tersebut tanpa ada rasa terbebani, perbanyak latihan dan berkumpulah dengan orang – orang hebat untuk memperluas chanel dan menambah pengalaman”.
Nah, sekian dulu ya chit - chat Mak Can bersama Ganendra Awang Kritandya kali ini. Harapan kedepannya semoga rubrik sosok kali dapat menginspirasi kolega Mak Can dalam dunia Publik Speaking dan tentunya tetap berkarya demi mengharumkan nama FKH kita tercinta ini. Salam Mak Can !!! (NMC).

LITBANG: Keragaman Kucing Domestik (felis domesticus) Berdasarkan Morfogenetik


Volume 1 Nomor 1                                                           Desember 2012

Keragaman Kucing Domestik (felis domesticus) Berdasarkan Morfogenetik
Harini Nurcahya Mariandayani
Fakultas Biologi Universitas Nasional Jakarta
Jurnal Peternakan Sriwijaya (JPS)

Hewan kesayangan merupakan hewan yang sangat menguntungkan untuk dikembangbiakkan dengan berbagai tujuan dan dapat memberikan sumbangan untuk kebahagiaan manusia. Salah satu hewan kesayangan yang perlu mendapat perhatian untuk dipelihara dan dikembangbiakkan adalah kucing ( Ensiklopedi Indonesia, 1988). Sebagai hewan kesayangan, kucing mempunyai daya tarik tersendiri karena bentuk tubuh, mata dan warna bulu yang beraneka ragam. Dengan kelebihan-kelebihan tersebut, maka kucing dapat dikembangkan dan dibudidayakan.
Kucing sebagai hewan peliharaan memiliki variasi pola, kombinasi warna bulu, panjang ekor dan panjang rambut. Variasi tersebut merupakan ekspresi dari beberapa gen dan dalam suatu populasi terdapat keragaman gen tersebut. Frekuensi alel yang mengendalikan ekspresi variasi dalam suatu populasi dapat diduga melalui bentuk morfogenetik pada kucing (Nozawa et al. 2004). Adapun faktorfaktor yang mempengaruhi nilai frekuensi alel diantaranya: kawin acak, migrasi, mutasi, seleksi alam, efek kombinasi dari seleksi dan mutasi, serta hanyutan gen (Hartl & Clark 1997). Dalam sekelompok individu kucing yang menempati suatu lokasi tertentu, terdapat keragaman gen-gen tersebut dan dapat dihitung berdasarkan nilai heterozigositas (h) dan heterozigositas rataan (H). Sumber semua warna rambut, bulu, kulit dan mata pada ternak adalah melanin. Terdapat dua macam melanin pada mamalia, yaitu melanin hitam (eumelanin) dan melanin merah (phaeomelanin). Warna-warna yang muncul pada ternak merupakan kombinasi dari kedua macam pigmen tersebut (Noor,1996). Selanjutnya dinyatakan bahwa warna rambut, bulu dan kulit dikontrol oleh gen-gen yang terletak pada beberapa lokus yang mempengaruhi sintesis pigmen melalui kerja enzim, demikian pula dengan penyebaran dan lokasi granul pigmen pada sel kulit.
Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keragaman kucing domestik (Felis domesticus) berdasarkan morfogenetik, meliputi pola warna, panjang rambut dan panjang ekor yang terdapat pada 11 lokus yaitu lokus w-W (Kucing yang berambut putih polos disandikan oleh alel W dan kucing yang tidak berambut putih polos dengan alel w), A-a (mengekspresikan pola Agouti pada dasar rambut kucing), B-b-b’(Kucing mengekspresikan warna hitam dengan genotip : aaB-C-D-iiooS-L-mm), C_cb_cs_ca_c (mengekspresikan pigmentasi penuh memiliki nilai frekuensi alel sebesar 100 % dan nilai heterozigositas 0), D-d (Kucing dengan alel d Mengekspresikan warna pudar Genotip : wwA-B-C-ddiiOoT), i-I, L-l (Alel L mengekspresikan rambut pendek, sedangkan alel l mengekspresikan rambut panjang), 0-0 (Kucing mengekspresikan Oo dengan genotip : wwaaB-C-iiOossL-m), s-S (Kucing berpola tabby Genotip: wwA-B-C-DiiOtbtb-S-L-mm), r-T-tb, dan m-M (Genotip Mm mengekspresikan ekor pendek, sedangkan genotip mm mengekspresikan ekor panjang). Nilai frekuensi aIel dari setiap lokus dihitung menggunakan metode squere root dan maximum likelihood (FH).

Live Report: IMPROVE Punya keluarga Baru!!!


          Malang-CANDIDA. Salam! Cinta! Besar! Poll! Seruan tersebut menggema luar biasa  di ruang auditorium Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Lawang, diserukan dengan lantang oleh peserta diklat IMPROVE FKH UB. Diklat IMPROVE yang diadakan selama 3 hari yaitu dimulai pada tanggal  18 hingga 20 Maret 2016 ini memiliki tema “Generasi Revolusioner, Berorientasi Veteriner”. Acara yang diikuti oleh 180 peserta dari angkatan 2015 dan 2014 ini tergolong berjalan dengan sukses meskipun kepanitian terbentuk hanya dalam waktu singkat. Diklat IMPROVE ini merupakan gerbang utama untuk calon anggota IMPROVE agar dapat bergabung dengan 4 divisi IMPROVE yaitu KEPETA, KELAWAR, KESPER dan KERTAS. Selain itu, dengan menjadi anggota IMPROVE, mahasiswa FKH UB dapat magang secara resmi ke beberapa tempat yang diinginkan guna menambah skill dan wawasan dalam bidang Kedokteran Hewan.
         Pada hari pertama acara diisi dengan materi pengenalan IMPROVE yang menjelaskan tentang struktur organisasi IMPROVE yang disebut dengan Dewan Pimpinan IMPROVE, terdiri dari BPI IMPROVE dan 4 Ketua Divisi. Kemudian disusul materi kedua yaitu pengenalan setiap divisi IMPROVE yang dibagi menjadi empat stand dimana setiap divisi IMPROVE membawa hewan dan beberapa atribut yang dapat menarik minat peserta. Pengenalan setiap divisi IMPROVE ini bertujuan untuk menarik peserta untuk menjadi bagian dari divisi yang ada pada IMPROVE dan mengenalkan bahwa setiap divisi memiliki konsentrasi peminatan yang berbeda dari satu divisi dengan divisi IMPROVE yang lain.
Rangkaian acara hari ke 2 diawali dengan ibadah sholat shubuh, disini peserta dituntut untuk siap 30 menit sebelum acara pertama dimulai guna melatih kedisiplinan peserta. Kemuadian dilanjutkan dengan outbond. Pada outbond ini terdapat  9 pos, setiap pos memiliki misi tertentu dari 4 divisi IMPROVE. Pada setiap pos, 18 kelompok peserta diklat diberi game untuk diselesaikan dengan cara melawan kelompok lain dan di setiap akhir permainan panitia yang berada di pos memberikan pertanyaan tentang esensi dari setiap games tersebut. Di akhir acara outbond peserta diberi clue dan dituntut untuk memecahkan clue bersama-sama dengan cara menggabungkan semua clue yang telah diberikan pada setiap kelompok. Setelah Outbond peserta dipersilahkan untuk bersih diri dan mempersiapkan diri untuk puncak materi yaitu materi Keprofesian I dan Keprofesian II. peserta diklat Improve mendapatkan materi Keprofesian I tentang kelompok Pet Animal (KEPETA)  oleh drh. Awang Tedja, S.ked., AMP dan Kelompok Satwa Liar, Eksotik dan Aquatik (KELAWAR) oleh drh. Roosy Margaretha. Sedangkan untuk materi keprofesian II tentang Kelompok Ternak Besar (KERTAS) dengan pemateri drh. Iskandar Muda, M.Sc. dan Kelompok Perunggasan (KESPER) dengan pemateri drh. Faris Nurhanafi.
         Setelah waktu istirahat cukup pada sore hari hingga pukul 19.45 WIB, seluruh peserta melakukan puncak kegiatan pada malam hari dengan melakukan “Caraka”. Caraka merupakan kegiatan jalan malam atau biasa disebut sebagai jerit malam dengan menyampaikan pesan pada setiap pos yang dilalui dan diberi pertanyaan untuk mendapatkan sebuah clue yang akan dipecahkan bersama di akhir acara. Keesokan harinya, acara terakhir yaitu Pengabdian Masyarakat (Pengmas) yang dilakukan di Pasar Minggu STPP, peserta dituntut untuk dapat menjelaskan sebuah topik mengenai Kedokteran Hewan kepada masyarakat dan sebagai imbalan peserta akan mendapat nilai dari masyarakat secara langsung. Acara ditutup dengan apel penutupan yang diikuti dengan pengukuhan anggota IMPROVE secara simbolis oleh ketua IMPROVE (AR).

LIVE REPORT: MEMBERI TAK HARUS DENGAN MATERI



Malang-CANDIDA. Tepat pada hari Rabu, 16 Maret 2016 Kementrian Advokasi dan Sosial BEM KOORDINATIVE 2016 menyelanggarakan acara donor darah dengan tema “Dare to Share yang dimulai dari pukul 09.00 WIB dan berakhir pada pukul 11.00 WIB. Acara ini bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia atau yang lebih dikenal dengan PMI. Terlihat antusiasme yang sangat tinggi dari kolega FKH UB, hal ini terbukti dengan hanya 2 jam setelah acara dimulai 30 kantong darah yang disediakan PMI sudah penuh terisi. Berkaitan dengan hal tersebut acara menjadi selesai lebih awal padahal rencana semula acara diselenggarakan hingga pukul 13.00 WIB.
Acara donor darah diselenggarakan secara rutin setiap 6 bulan sekali. Hal ini untuk mempermudah kolega yang ingin mendonorkan darahnya namun tidak memiliki waktu untuk datang  ke PMI. Rasa peduli kepada sesama mutlak harus tergali tak harus dengan materi, setetes darah yang kita donorkan dapat menyelamatkan satu nyawa orang lain (FK)

Testimoni Kolega pendonor darah:

 “Jujur ini pengalamanku pertama donor darah tapi saya sangat senang bisa mendonorkan darah diusi saya yang baru kemarin menginjak 17 tahun. Harapan kedepan untuk acara ini,  semoga bisa lebih besar  dan lebih meriah lagi” (Reno Alfian Dwi C /2015 B)


Kalau saya sendiri sampai sekarang sudah donor darah   sebanyak 6 kali. Saya donor darah karena selain untuk membantu orang manfaat lain dari donor darah bisa membuat tubuh tambah sehat. Harapan buat acara ini semoga bisa  diadakan rutin tiap 3 bulan sekali”( Risalia Elite D /2014 D)


Terhitung sejak awal  kuliah  sudah 4 kali donor darah, saya ingin membantu orang lain tanpa harus mengeluarkan materi dan solusi yang  paling tepat yaitu  donor darah. Seharusnya acara ini sering diadain karena sebagai mahasiswa FKH UB dengan segudang laporan pastilah tidak ada waktu untuk datang ke PMI. Jadi, dengan adanya  acara seperti ini saya sangat senang. Untuk ke depannnya juga, publikasi acara seharusnya lebih meluas dan kantong darah yang disediakan kalau bisa ditambah”( Ovianti Dwi A. /2013 C)

Sunday, March 27, 2016

Live Report: VETTO BEM, Kaderisasi Segera Dimulai



Malang-CANDIDA. Kaderisasi adalah hal mutlak yang harus dilaksanakan oleh suatu organisasi untuk mencetak kader-kader baru yang mempunyai kemampuan mumpuni. Pada tanggal 11 hingga 13 Maret 2016, BEM KOORDINATIVE menyelenggarakan Veterinary Training Organitation atau yang lebih terkenal dengan nama VETTO. Acara dilaksanakan di Villa Gunung Tabor, Tumpang, Malang, Jawa Timur. Jum’at pukul 19.00 WIB peserta yang merupakan staf muda dan staf ahli BEM KOORDINATIVE berangkat dari Malang menuju Tumpang. Cuaca pada saat itu sangat tidak mendukung, hujan turun sangat lebat, akan tetapi hal tersebut tidak melunturkan semangat peserta untuk tetap melanjutkan acara.
Hari kedua acara diisi dengan pemberian materi dari pemateri-pemateri yang sangat menginspirasi. Pemateri pertama yang dihadirkan oleh panitia adalah Djahiran, mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2013 yang merupakan Ketua Pelaksana Raja Brawijaya 2015 sekaligus DPM UB periode 2015/2016 yang menyampaikan materi mengenai memanajemen waktu. Pemateri kedua yang dihadirkan juga tak kalah seru, Bayu Satria Utama mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik angkatan 2012. Kak Bayu menyampaikan materi mengenai bagaimana cara memanajemen isu dan konflik yang sangat perlu dipahami oleh para aktivis muda ini, yang tentunya akan memberikan bekal untuk diri mereka mengenai pandangan politik yang akan terus mereka gali.
          Hari ketiga acara diisi dengan outbound yang kemudian dilanjutkan dengan pelantikan staf muda BEM. Menurut Febry (2014 C) yang merupakan ketua pelaksana VETTO, VETTO kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, setiap staf muda wajib memahami dan mengamalkan tujuh pilar kolegium. Selanjutnya mereka diuji oleh BPI dan BPH BEM untuk memastikan mereka telah memenuhi syarat untuk dilantik”.
Selamat mengemban amanah untuk satu tahun kedepan kolegaku, jadikanlah BEM KOORDINATIVE sebagai rumah kalian untuk belajar dan berkarya. Usaha tidak akan pernah menghianati hasil.  Janganlah hidup hanya sekedar hidup tapi carilah makna dari hidup. (FK,APJ).


Saturday, March 5, 2016

Live Report PelantikanKolegium: LO dan LSO Siap Memngemban Tugas Satu Tahun Kedepan



Malang-Candida. Tepat pada tanggal 26 Februari 2016 pukul 09.30 WIB yang bertempat diruang siding gedung A FKH UB dilaksanakan Pelantikan Badan Pengurus Inti maupun Badan Pengurus Harian Lembaga Otonom (LO) maupun Lembaga  Semi Otonom (LSO) periode 2016/2017. Pelantikan dimulai dengan pembacaan Ayat Suci Al-Quran. Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh anggota VCH yang diikuti semua peserta pelantikan, hal tersebut menambah khitmat suasana. SK pelantikan dibacakan oleh Bapak Dr. Ir. Edhy Sudjarwo, MS selaku PD 3 FKH UB yang menetapkan Eki Bahtiar sebagai Presiden BEM FKH UB 2016, Dicky Yoga Prasetia sebagai Wakil Presiden FKH UB 2016, Bekti Sri Utami sebagai Ketua DPM FKH UB 2016, Mohammad Fajar A.S sebagai Ketua Umum IMPROVE FKH UB 2016,Ilman Rois sebagai Ketua An-Nahl dan Muhammad Kholif A. sebagai Ketua VHC.
Kemudian, acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya yaitu Bapak Dr.Agung Pramana Warih Mahendra,M.S. Dalam sambutanya, beliau menyampaikan bahwa seharusnya ada keterkaitan atau kesinambungan antara BEM, DPM maupun Lembaga Semi Otonom lainnya dalam melaksanakan program kerja satu tahun kedepan. Dengan berakhirnya sambutan Dekan FKH UB, maka selesai pula rangkaian acara Pelantikan Kolegium tahun ini. Acara ditutup dengan pembacaan doa dan pemberian ucapan selamat dari Dekan beserta seluruh jajarannya. Mak Can dan seluruh Civitas FKH UB berharap, semoga pundak kolega kita yang telah diberi amanah selalu dikuatkan sehingga dapat mengemban tugas dengan baik satu tahun kedepan.(FK)