This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Memupuk Kebersamaan Candida Adakan Gathering

lembaga pers mahasiswa Program Kedokteran Hewan ‘CANDIDA’ mengadakan gathering yang bertempat di lapangan rektorat Universitas Brawijaya.

Kita juga bisa..

Icang lulus dengan IPK 3,76 dengan durasi waktu 4 tahun 2 bulan. Bangga sekaligus menyandang beban adalah hal yang dirasakannya sekarang.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

.

Thursday, April 9, 2015

Live Report from Dog Day: Serunya “A Day with Smart Dogs”

Show up your smart dog!! Begitulah seruan jargon tanda antusiasme dari teman-teman panitia FKH UB untuk memperingati Dog Day yang dilaksanakan tanggal 5 April 2015 lalu di Car Free Day, Ijen, Malang. Sebenarnya kegiatan Dog Day ini merupakan rangkaian acara peringatan hari hewan terlantar atau biasa disebut Animal Strayday yang dilaksanakan sehari sebelumnya di shelter kucing yang berlokasi di Dieng. Tepat pukul 7.00 acara dibuka dengan hangat oleh kakak R. Yusran Karima dari angkatan 2011 dan kakak Atma Hiyal Ulya A. dari angkatan 2012 selaku master of ceremony. Pembukaan oleh MC ini sekaligus sebagai pembukaan registrasi bagi peserta fun walk dan games seru yang telah disediakan panitia, tentu saja dengan melibatkan anjing-anjing lucu dengan para pemiliknya.
Antusiasme pengunjung CFD Ijen sangat luar biasa dalam memeriahkan rangkaian acara peringatan Dog Day ini. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya pengunjung yang berdesakan untuk mendaftarkan anjing-anjing mereka sekaligus menantikan acara-acara selanjutnya dalam rangkaian acara Dog Day yang telah disiapkan dengan matang oleh rekan-rekan panitia. Tidak lama, pukul 7.30 dilaksanakan fun walk yang diikuti oleh sejumlah anjing dari ras besar, seperti : labrador, rotveiler dan samonyet serta anjing-anjing dari ras kecil yang lucu nan menggemaskan seperti : mini pom, shizu dan pudel. Anjing-anjing ini berjalan beriringan bersama pemiliknya melalui rute yang telah ditentukan hingga mencapai garis finish tepat disebelah panggung utama CFD Ijen. Tidak kalah seru, rekan-rekan panitia juga membentuk barisan border disepanjang rute parade.
Matahari rupanya semakin terik, namun keseruan justru semakin memuncak. Setelah parade selesai, anjing-anjing beserta pemiliknya berkumpul di dekat garis finish untuk mendengarkan talkshow yang disampaikan bapak Toto selaku ketua dari Canine Malang yang ikut memeriahkan rangkaian ini. Tidak berselang lama rupanya banyak pengunjung yang tertarik untuk menyampaikan pertanyaan dan sharing kepada bapak Toto seputar anjing mereka. Acara talkshow ditutup dengan atraksi anjing-anjing Canine Malang yang menimbulkan decak kagum sekaligus tawa di tengah-tengah para peserta.
Pada rangkaian acara Dog Day ini juga dimeriahkan oleh kedatangan teman-teman Dogs Lover yang menambah kemeriahan acara. Sebagai penghujung acara dilaksanakan games ketangkasan anjing-anjing ras kecil bertajuk Aku Cepat Kamu Cepat yang menyita perhatian para pengujung CFD Ijen dan peserta Dog Day. Layaknya perlombaan pada saat peringatan 17 Agustus, pemilik diharuskan untuk mampu memasukkan pensil ke dalam botol, sedangkan anjing-anjing mereka diwajibkan untuk menghabiskan dog food yang telah disediakan sesuai waktu yang ditentukan. Banyak hal-hal lucu yang terjadi pada game ini lantaran beberapa anjing tidak mau menyentuh sedikitpun dog food yang telah disediakan. Dari permainan ini diambil juara 1, 2 dan 3 yang dimenangkan oleh anjing bernama Lilo (juara I), Barbosa (juara II) dan Fiko (juara III). Selanjutnya dilakukan penyerahan hadiah kepada seluruh juara, penyerahan hadiah ini menjadi penutup rangkaian acara Dog Day yang berakhir pada pukul 9.15. Tidak lupa panitia juga menyerahkan vandel kepada perwakilan Canine Malang dan komunitas Dogs Lover sebagai wujud hormat dan terima kasih atas partisipasinya dalam memeriahkan acara yang menjadi program kerja rutin Kelompok Pet Animal (Kepeta) FKH UB ini.
Di sela-sela kesibukan panitia, Mak Can sangat beruntung karena dapat berbincang secara langsung dengan ketua pelaksana Dog Day, Sarah Arnestia Yudandi dari angkatan 2013 yang sekaligus sebagai ketua pelaksana dalam kegiatan Animal Strayday. “Capek dan adanya kendala itu pasti, tetapi semua telah terbayar oleh suksesnya acara yang tentunya didukung oleh kekompakan panitia, mungkin lain kali Animal Strayday jangan digabung lagi sama Dog Day, nanti bisa ribet but over all aku mengucapkan banyak terima kasih buat semua panitia yang telah membantu, dukungan Canine Malang dan Dogs Lover sukses selalu buat kedepannya!!” ungkap anggota Kepeta yang tergabung dalam divisi eksternal ini sembari tersenyum ringan. (PDP)

Live Report from Animal Stray Day: Real Act For Them, Guys!

             Semangat pagi kolega!! Tau kan tanggal 4 April kemarin adalah hari istimewa bagi kita semua sebagai calon dokter hewan. Kenapa istimewa? Yap! Bertepatan pada tanggal 4 April kemarin, ada peringatan Hari Hewan Terlantar Sedunia atau Animal Strayday . Di hari Animal Strayday ini setidaknya kita sebagai calon Dokter Hewan dapat mengapresiasikan kepedulian kita kepada semua hewan khususnya hewan terlantar. Animal Strayday yang diperingati seluruh dunia ini memiliki suatu visi yang tertuang dalam ungkapan “The day to show compassion, care and act for all stray animals worldwide”, dimana maksud dari visi tersebut kita diajak lebih empati dan peduli kepada semua hewan terlantar yang pastinya banyak  ditemui di sekeliling kita dengan aksi yang nyata.
          Sebagai peringatan Animal Strayday, tepat pada tanggal 4 april kemarin Improve Kepeta (Kelompok Pet Animal) berkunjung ke shelter kucing yang berada di daerah Lembah Dieng, tepatnya di Shelter Kucing Sun Lion. Disana Kepeta disambut hangat oleh ngeongan kucing-kucing lucu tak bertuan. Kunjungan Kepeta di Shelter Sun Lion ini bukan hanya sekedar berfoto ria dengan kucing yang emess – emess, dalam kunjungan ini Kepeta berkesempatan berbagi pakan untuk kucing – kucing  di Shelter Sun Lion.
              Pada kesempatan ini pula Kepeta juga dapat bertukar cerita dengan Tante Leotina selaku pemilik shelter, beliau merasa terbantu dengan adanya acara Animal strayday ini. Ibu Leotina mengungkapkan, “Banyak orang yang membawa kucing terlantar ke shelter ini, tetapi usaha untuk merawat atau memberikan pakan kepada kucing tersebut secara kontinyu tidak ada, sehingga semua kucing yang datang menjadi tanggungan shelter ini. Sebenarnya shelter ini kekurangan orang untuk merawat kucing – kucing yang ada.” Nah..! dari cerita beliau tentu sebagai calon dokter hewan yang baik dan berbudi luhur (aamiin), kita dapat lebih meningkatkan kepedulian bagi kesejahteraan semua hewan khususnya hewan terlantar, bahkan kita dapat bercita – cita tidak ada yang namanya hewan terlantar. Karena dengan berkurangnya hewan terlantar kita dapat menurunkan resiko zoonosis akibat hewan terlantar tersebut. (AR)


Wednesday, April 8, 2015

Training Organization BEM 2015 Usung Tema Eksekutif Berkarakter


Tumpang-Candida— Tanda keanggotaan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PKH UB tahun 2015 akhirnya resmi disematkan kepada staf ahli dan staf muda BEM tahun 2015, setelah BEM melalui Kementerian Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) mengadakan Training Organization  BEM 2015 dengan tema “Eksekutif Berkarakter”, di Wisma Gunung Tabor, Tumpang, pada Sabtu-Minggu (28—29/3). Training Organization ini diikuti oleh seluruh staf muda BEM yang berasal dari angkatan 2013 dan 2014, staf ahli BEM, serta BPI BPH BEM 2015. Selain itu, TO juga dihadiri oleh DPM PKH UB, Danny Setiawan Santoso dan Dicky Yoga.
Dalam kegiatan yang juga dihadiri oleh mantan-mantan presiden BEM tahun lalu ini, diberikan materi-materi sesuai tema yang dibawakan secara menarik oleh para pemateri yang terdiri atas sarjana, dosen, serta mahasiswa-mahasiswa yang masih aktif kuliah. Setiap materi pun berjalan dengan sangat meriah kendati jadwalnya padat dan hari hujan. Dinginnya cuaca Tumpang pun tidak menyurutkan semangat peserta TO dalam mendengarkan setiap materi yang diberikan.
Materi pertama mengenai  manajemen konflik dibawakan oleh lulusan Fakultas Hukum UB. Selain membawakan  materi, beliau juga memberikan simulasi manajemen konflik yang diikuti dengan sangat antusias oleh peserta-peserta TO. Dalam materi tersebut peserta dilatih untuk focus pada tujuan organisasi, dan mengerti bagaimana mengatasi beragam konflik yang terjadi dalam kehidupan berorganisasi, baik internal maupun antar organisasi.
Materi kedua oleh drh. Herlina Pratiwi membahas tentang moral dan karakter yang baik sebagai seorang eksekutif. Drh. Herlina Pratiwi sendiri bukan lah orang yang asing dalam setiap kegiatan mahasiswa PKH, karena beliau sangat aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan mentoring An-Nahl serta Pemilwa PKH UB.
              Materi ketiga yang tidak kalah seru mendatangkan empat orang mahasiswa sebagai pemateri yaitu: Ganendra Awang (angkatan 2010), Faras Shanda (angkatan 2010), Afwan Fitra (angkatan 2010), dan juga Yusran Karima (angkatan 2011). Masing-masing pemateri membawakan topik berbeda, yaitu edukasi, entrepreneur, lingkungan hidup, dan sosial politik.  Setelah materi juga dilanjutkan dengan simulasi debat yang  juga disaksikan oleh para mentor. Simulasi debat antar kelompok peserta berlangsung sangat panas dan meriah. 
           Bahkan para mentor yang menyaksikan debat pun mengaku kagum terhadap antusiasme peserta dalam mempertahankan argument mereka. Hal ini juga diakui oleh pemateri manajemen konflik yang bahkan sampai menanyakan hal apa yang panita terapkan sehingga peserta bisa demikian antusias. Selain materi, peserta juga mendapatkan outbond dan character building dari para trainer yang notabene berasal dari panitia dan BPI-BPH BEM 2015. Kendati acara yang padat memaksa mereka merasakan kantuk karena waktu tidur yang lebih sedikit, namun outbond berjalan dengan lancar dan meriah.
        Acara puncak penyematan sendiri tidak dilakukan di akhir acara melainkan pada hari Minggu sebelum sholat subuh. Penyematan berlangsung sangat kusyuk dan dipimpin sendiri oleh Presiden BEM 2015, Hendri Ramdhoni. Dalam kegiatan penyematan Hendri menekankan pada setiap staf ahli dan staf muda agar mereka harus memiliki karakter yang kuat, serta kreatif. Beliau menegaskan bahwa kreatifitas adalah hal yang sangat penting bagi seorang eksekutif, karena mereka akan selalu dituntut untuk berpikir dalam menghadapi setiap tantangan yang datang.
TO BEM 2015 ditutup dengan penyematan logo BEM Responsive 2015 ke lengan almamater peserta TO yang menandai bahwa mereka telah resmi menjadi anggota keluarga BEM PKH 2015, dengan harapan yang sama, semoga BEM 2015 selalu amanah. (AB)



Friday, January 23, 2015

MENGENAL LEBIH DEKAT DENGAN SALAH SATU PENDIRI CANDIDA, MAS FARRAS SHANDA

Siapa yang tidak mengenal Candida? Candida merupakan salah satu lembaga pers mahasiswa yang sekarang masih dibawah naungan dept. Informasi dan komunikasi. Namun taukah anda pendiri candida itu sendiri? Yap, selain Min Rahmatillah dan Dinta Ardeli Mandasari ada satu orang yang termasuk kedalam pendiri candida. Mas Shan itulah panggilan yang kerap disapa orang-orang dengan nama lengkap Farras Shanda (22).
Mas Shan merupakan anak ke2 dari 4 bersaudara, lahir di Jakarta 11 Juli 1992 dan sah menjadi mahasiswa Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya angkatan ke 3 yaitu tahun 2010. Beliau merupakan anak yang mudah bergaul dan tidak bisa diam. Hal itu pun diakuinya sendiri. Beliau lebih suka mempunyai aktifitas ketimbang tidak sama sekali. "Saat di mana hidup saya bermakna dan paling produktif adalah ketika saya tenggelam dalam dunia elektronik(depan laptop), ikut serta dalam beberapa proyek dan kegiatan kemahasiswaan, dan bermain dengan beragam bentuk serta warna (mendesain)," ujar beliau menimpali.



“Selain saya memang pada saat sekolah banyak berkecimpung didunia teknologi, pada awal kuliah pun saya sudah sering dipasrahkan bekerja di depan laptop maka akhirnya saya banyak berkontribusi dibagian ini dan lama-lama sudah seperti kegiatan rutinitas. Sampai sekarang pun saya masih sering diminta bantuan oleh teman-teman maupun senior dalam hal fotografi maupun mendesain.”
Selain sering menulis paper, artikel, dan kepanitiaan di berbagai jenis acara, beliau merupakan sosok mahasiswa yang aktif dan gemar berorganisasi, terlihat pada saat masih menjadi mahasiswa beliau pernah menjabat menjadi Mentri Informasi dan Komunikasi BEM PKH UB, staf dept. ITC Indonesia Medika, Information and comounication in IVSA (International Veterinary Student’s Association), Wakil Presiden BEM FKH UB kabinet KOOPERATIF dan berbagai aktifitas organsiasi lainnya.

Pemuda yang berkata bahwa menjadi seorang yang pintar itu sudah biasa tapi menjadi orang yang mempunyai kelebihan di bidang tertentu baru luar biasa ini prestasinya pun juga patut dibanggakan beliau pernah mendapat Juara 2 ITS EXPO “Recycle Art” pada tahun 2014, Finalis peserta UINOVATION di UI Depok, Hibah dana PKM dan PMW selama 2 tahun, mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional 26 DIKTI (Mataram) tahun 2013, PIMNAS 27 DIKTI (Semarang) tahun 2014 dan prestasi-prestasi lainnya.

Nah singkat cerita bagaimana terbentuknya klub candida ini? “berawal dari tuntutan kerjaan sehingga menjadi hobi pada waktu itu lantas saya tergerak membentuk suatu lembaga pers, akhirnya dengan partner saya min dan dinta kami bersepakat membentuk lembaga pers di kedokteran hewan UB.” “Sebetulnya sih saya hanya membentuk, selanjutnya pers candida benar-benar mempunyai progres yang signifikan sampai dengan sekarang ini dan itu yang membuat saya sangat bersyukur sekali pernah termasuk dalam siklus ini.” ujar beliau sambil tersenyum.

Farras Shanda (Tengah, bertoga ) bersama keluarga

“Awalnya tugas candida hanya meliput kegiatan dan aktifitas di lingkungan Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya saja, namun kalau sekarang sudah banyak, bahkan struktur serta jobdesk pengurus pun tertera jelas jadi tinggal diteruskan dan dikembangkan saja.” “Waktu awal candida terbentuk yang menjadi Pembantu Umum (PU) atau yang menjadi ketua Candida itu Min, saya dan dinta menjadi Penanggung jawab, ketua pertama ini benar-benar membentuk Candida dengan sangat baik, jadi ya tidak salah saya memilih dia waktu itu.” Sambil tertawa kecil.

Wednesday, January 21, 2015

MASTIMEDIS Juarai I-Challenge 2014



Akhir tahun 2014 menjadi kebahagiaan tersendiri bagi ketiga mahasiswa yang tergabung dalam sebuah kelompok KTI. Bagaimana tidak? ide yang tertuang dalam karya mereka yang dipresentasikan dalam kompetisi I-Challenge 2014 yang dilaksanakan pada 5 Desember 2014 lalu, di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya dapat meraih juara II.
I-Challenge (Indonesia Chemical Engineering Event) merupakan kompetisi karya tulis ilmiah yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya dengan tema Engineering Technology Innovation for Society (ETIS). Dari tema tersebut, diharapkan pengembangan kreativitas dan inovasi IPTEKS untuk aplikasi dapat ditumbuh kembangkan di masyarakat sehingga meningkatkan daya saing bangsa Indonesia khususnya menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun 2015.
Rifai (kiri), Bekti Sri Utami (tengah), 
Ahmad Azmi Khairul Umam (kanan)
 
Kelompok yang terdiri dari tiga mahasiswa tersebut diketuai oleh Rifa’i (Fapet 2013) dan beranggotakan Ahmad Azmi Khairul Umam (Fapet 2011) dan Bekti Sri Utami (PKH 2013) dengan di bawah bimbingan Dr. Ir. Puguh Surjowardojo, MS. menggagas ide MASTIMEDIS “Mastitis Electrical Biomedis” yang merupakan alat terapi mastitis pada sapi perah. Prinsip kerja dari alat ini adalah dengan elektroporasi yang diharapkan dapat membunuh bakteri penyebab mastitis. Rifai mengatakan “tingkat prevalensi mastitis di Indonesia khususnya di Jawa Timur masih tinggi. Sehingga dibutuhkan inovasi baru untuk mengatasi hal tersebut. Maka dari itu, kami menggagas MASTIMEDIS. Dengan menurunkan tingkat prevalensi mastitis, diharapkan Indonesia mampu mewujudkan swasembada susu pada tahun 2020." Alat ini akan dikembangkan lebih lanjut dengan adanya hibah PKM DIKTI 2015.

Wednesday, September 17, 2014

Pelantikan Telat 8 Bulan, Apa Sebabnya?

Foto bersama anggota kolegium PKH UB setelah acara pelantikan
(photo : Taufik)
Malang, Candida - Setelah 8 bulan menjalankan proker (program kerja), akhirnya BEM, DPM, serta LSO (Lembaga Semi Otonom) PKH UB yang terdiri atas Veterinary Harmony Choir (VHC), Ikatan Minat Profesi Veteriner (IMPROVE), dan An-Nahl dilantik pada Senin (16/9) di Ruang Sidang 2 Gedung Dekanat PKH UB. Meskipun telat, suasana pelantikan tetap berjalan resmi dan hikmat. Pelantikan sendiri dipimpin langsung oleh Ketua Program PKH UB, Dr. Agung Pramana Warih Marhendra, MSi. Bersama beliau, hadir pula Pembantu Dekan 2, Prof. Jalal Rosyidi, Pembantu Dekan 3, Dr. Ir. Edhy Sudjarwo, beserta jajaran Tata Usaha dan Karyawan. Namun tidak terlihat adanya Pembantu Dekan 1, Prof. Aulanni'am yang berhalangan hadir. Dari segi mahasiswa sendiri, selain kabinet BEM, DPM, serta LSO, hadir pula Komting angkatan 2013 dan 2014.
Sejatinya pelantikan BEM, DPM, serta LSO telah telat hampir 8 bulan lamanya, hal ini mengundang berbagai pertanyaan dari beberapa pihak karena proker BEM, DPM, serta LSO sendiri sudah berjalan lebih dari setengah tahun. Ketika ditanyai mengenai alasan pelantikan yang telat, Ketua Program berdalih bahwa rencana pelantikan sebenarnya sudah ada sejak Januari lalu, "Sebenarnya pelantikan akan dilakukan mulai bulan Januari, SK sudah ada, namun mundur karena mahasiswa sibuk. Mau dilantik sebelum puasa, tapi mahasiswa sudah liburan, akhirnya karena takut tidak lengkap jadi baru sekarang bisa dikumpulkan." Presiden BEM, Achmad Nurendy, pun berkata sama, "Sebenarnya bulan Juli, tapi karena ada yang berhalangan jadi tertunda hingga sekarang."
Namun meskipun telat, Dr. Agung Pramana menyatakan pelantikan ini tetap harus dilakukan. "Pelantikan ini kan yang pertama, jadi tetap harus kita laksanakan. Harapannya ini akan menjadi awal, agar tahun-tahun berikutnya akan terus ada pelantikan, dan tidak terlambat lagi," ujar pria yang pernah menjabat sebagai PD3 MIPA UB ini. Beliau juga menambahkan bahwa dengan telatnya pelantikan, bukan berarti kelembagaan ini belum resmi selama 8 bulan terakhir, "tetap kelembagaan diakui, proker juga tetap jalan."
Selain itu, ada hal menarik lain yang terjadi pada pelantikan kelembagaan PKH UB kemarin Senin, yaitu tidak hadirnya Menteri PSDM, Fachrian Dwi. Hal ini cukup mengundang pertanyaan. Menurut Achmad Nurendy dan Wahyu Ramadhan (Wakil Presiden BEM), ketidakhadiran menteri dalam pelantikan ini tidak akan mengganggu posisi menteri yang bersangkutan, "pelantikan BEM diwakilkan oleh Presiden dan Wakil Presiden saja, menteri-menteri otomatis dilantik juga," ujar dua mahasiswa angkatan 2011 ini kompak. (CAB)

Telat 8 Bulan, BEM, DPM, dan LSO PKH UB Akhirnya Dilantik

(16/9) BEM, DPM, dan LSO berfoto bersama dekanat PKH UB
(photo: Taufik)

Suasana khidmat terasa sangat kental pada kegiatan Pelantikan Kolegium PKH UB periode Januari - Desember 2014 pada Senin  (16/9) kemarin. Acara yang berlangsung di Ruang Sidang Lantai 2 PKH UB dihadiri oleh Dekan PKH UB beserta jajarannya, serta perwakilan dari mahasiswa. Acara diawali dengan menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya yang dipandu oleh Irma M.S. selaku ketua Veterinary Harmony Choir (VHC) dan diikuti oleh undangan yang menghadiri acara tersebut lalu dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ilma Rois dari mahasiswa angkatan 2013. Kemudian acara dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Kolegium berdasarkan hasil sidang umum mahasiswa Program Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya tahun 2014, pembacaan diawali dengan SK Pengangkatan Presiden (Achmad Nurendy) dan Wakil Presiden (Wahyu Ramadhan) BEM PKH UB menurut SK tahun 2014 nomor XV/SK-SU-MUM, lalu SK Pengangkatan Ketua DPM (Awangga Smaradhahana C.A) PKH UB beserta jajarannya menurut SK tahun 2014 nomor XIV/SK-SU-MUM, dilanjutkan SK Pengangkatan Ketua IMPROVE (Eka Ramadhan) PKH UB menurut SK tahun 2014 nomor XVI/SK-SU-MUM, selanjutnya SK Pengangkatan Ketua An-Nahl (Amin Tan Tara) PKH UB menurut SK tahun 2014 nomor XVI/SK-SU-MUM, dan terakhir pembacaan SK Pengangkatan Ketua VHC (Irma Mar’atus .S). Acara dilanjutkan dengan pelantikan juga pemberian sambutan oleh Dr.Agung Pramana Warih Marhendra, M. Si selaku Dekan PKH UB. Di dalam sambutannya, terselip pesan berisikan harapan beliau kepada para Pemimpin Kolegium beserta jajarannya untuk membawa akademis di PKH UB menjadi lebih baik lagi. Dengan diakhirinya sambutan dekan PKH UB maka selesai pula serangkaian acara Pelantikan Kolegium tahun ini selanjutnya acarapun ditutup dengan doa, serta diakhiri dengan pemberian ucapan selamat dari Dekan beserta seluruh jajarannya dan juga perwakilan mahasiswa kepada para Pemimpin Kolegium PKH UB 2014. (LA/OL)