This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Memupuk Kebersamaan Candida Adakan Gathering

lembaga pers mahasiswa Program Kedokteran Hewan ‘CANDIDA’ mengadakan gathering yang bertempat di lapangan rektorat Universitas Brawijaya.

Kita juga bisa..

Icang lulus dengan IPK 3,76 dengan durasi waktu 4 tahun 2 bulan. Bangga sekaligus menyandang beban adalah hal yang dirasakannya sekarang.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

.

Wednesday, March 27, 2013

PKH Unjuk Gigi dalam University Brawijaya Debate Competition


MALANG - Selasa (26/03) University Brawijaya Debate Competition kembali digelar tahun ini. Debat rektorat ini bertujuan untuk menjaring debaters yang nantinya akan mewakili Universitas Brawijaya bersaing di tingkat Regional Jawa Timur, Nasional, hingga Internasional. Kompetisi ini berlangsung selama dua hari berturut-turut sejak tanggal 26-27 Maret 2013  bertempat di lantai 6 dan lantai 8 gedung rektorat.  Tim unggulan Program Kedokteran Hewan turut menyumbangkan prestasi di ajang kompetisi debat  bergengsi ini sebagai Semifinalis yang diraih oleh tim debaters PKH A yaitu pasangan Ganendra Awang (PKH  2010/B) dan Deny Hairurrozikin (PKH 2012/B). Sementara itu kompetisi yang diikuti sebanyak 28 tim debaters se-UniversitasBrawijaya ini, tim debaters PKH B mampu bertahan di quarter final yang diwakili oleh Yohana (2012/C) dan Esalis (2012/C).
                  “ Awalnya saya pesimis untuk mengikuti ajang debat universitas ini karena persiapan kami yang efisien hanya pada saat H-1 “, ungkap Deny.  Berkat kerja sama yang solid dan rasa tanggungjawab yang tinggi akhirnya tim unggulan debaters PKH setidaknya dapat menyisihkan beberapa Fakultas yang telah lama mempersiapkan diri untuk tampil di ajang kompetisi debat universitas ini. Selain itu juga berkat kerjasama dan hubungan baik Program Kedokteran Hewan dengan Fakultas Ilmu Administrasi, tim debaters PKH juga melakukan latihan bersama dengan Administration English Club. Putra PKH 2012 ini juga mengungkapkan harapannya untuk PKH masa depan “Tidak ada alasan kita untuk tidak mau berjuang untuk diri sendiri dan untuk fakultas, meskipun kondisi program kita seperti ini. Initinya ketika kamu  berada dalam posisi sedang bertanding itu tidak hanya membawa nama pribadimu saja tetapi lebih membawa nama baik fakultas/program. Dan jangan pernah untuk menutup kerjasama dengan fakultas lain karena kita masih program dan harus banyak membenah diri untuk segera menjadi fakultas”. (DIF)


Monday, March 25, 2013

BUKAN HANYA NAYA


             “Absen satu sampai 30 silakan masuk!”,seru salah satu asdos parasite yang tidak begitu disukai naya.Naya absen 13 sehingga dia juga memasuki lab parasite yang dirasa lebih dingin dari biasanya. Naya memilih bangku dengan nomor satu di mejanya. Peluhnya mulai keluar, detak jantungnya mulai meningkat, dan sesuatu yang tidak enak muncul tiba-tiba dalam perutnya. Dia tidak belajar kemarin, dia tahu betul bahwa ini akan menyulitkanya karena dia tidak begitu menguasai mata kuliah ini. 
“saya bacakan peraturannya ya..” terdengar nyaring di telinga Naya peraturan yang dibacakan asdos yang sepertinya dua tahun di atasnya. Naya tidak begitu menanggapi karena telinganya dipenuhi pikiran – pikiran yang memenuhi otaknya. Parasitology memang tidak begitu sulit sebenarnya. Tetapi sangat banyak hewan – hewan parasite yang harus masuk dalam pikirannya.

“silakan ditulis terlebih dahulu nomor jawabanya..” seru asdos yang membacakan peraturan tadi. Naya semakin deg – degan, dia benar – benar tidak percaya diri. Di saat seperti ini, hanya ada dua hal yang bisa membuatnya tenang. Mengingat senyum teduh ayahnya yang selalu percaya bahwa Naya bisa dan wajah teduh Taher yang telah lama dia puja. Masih ada beberapa menit baginya untuk membayangkan senyum indah yang menghiasi ayahnya saat dia tahu Naya bisa membanggakanya. Senyum yang selalu dia tebar saat menyambut Naya pulang kerumah, dan senyum teduh yang biasa Naya lihat, saat dia mengabulkan permintaan Naya. Sesuatu di perut Naya sudah tidak begitu dirasanya. Rasa gugupnya yang belum mau pergi sama sekali. Nya melirik ke kiri dan ke kanan, berharap menemukan wajah teduh yang telah lama di pujanya, Taher. Dia dimana ya.. kok nggak kelihatan sih.. batinnya. Dia baru ingat kalau ternyata Taher tidak masuk di laboratorium yang sama dengannya.

“nyari siapa, Na’? ” tegur Leno yang sejak tadi memerhatikan gerak – gerik Naya. 
“hah! Nggak kok! “ jawab Naya dengan kikuknya. “muka kamu pucet tuh” tegur Leno lagi. 
“masa? Lupa pake lipgloss tadi!”, jawab Naya seadanya untuk menutupi kegundahanya karena tidak bisa melihat wajah pujaanya sebelum ujian.
“baik, bisa dimulai dari sekarang!”, seru asdos dengan tegasnya. 
“perasaan belum berdo’a!”, gerutu Naya pelan. 
“udah! Kamu aja yang sibuk celingukan sendiri!” bisik Lukman. 
“oooh..ya to?”jawab Naya dengan logat yang di jawa-jawakan. Lukman hanya menampakkan cengiran aku hanya mendengar tanggapan Naya. Naya membuka kertas soalnya yang nomor satu. Tampak gambar dengan perbesaran yang bisa terlihat walau dengan mata minus dua Naya. Tampak gmbar hewan bersayap yang tak asing bagi Naya. Dia memutar otaknya. Mencari – cari jawaban yang mungkin menurutnya telah tersimpan rapi di salah satu sisi otaknya.
"Waahh… ada nih di laporan praktikum, sayapnya pucat gelap, trus di abdomenya ada spirakelnya, aduuh.. apasih kok aku lupa ya.. Anopheles bukan sih ni, Ah iya kayaknya nih.
Iya deh Naya sibuk berkutat dengan pikirannya sendiri. Tanpa ia sadari, ada sepasang mata tajam yang sedari tadi memandanginya. Sepasang mata yang tampak sendu tapi tak mengurangi titik tajam. Sepasang mata yang berharap seseorang yang sedari tadi di tatapnya bisa membalas tatapannya.Wah.. telur apa nih.. kok kayak bunga gini sih.. family apaan nih,ya Allah.. susah banget sih.. Gerutu Naya dalam hati. Seperti itulah Naya menjawab soal-soal yang diberikan. Dengan susah payah dia berpikir. Tapi ujung-ujungnya juga dia asal-asalan menjawabnya. 
 Ujian akhir praktikum parasitology ini merupakan mimpi buruk bagi Naya. Karena jawaban yang diyakini benar hanya bisa dihitung jari. Tapi dia sadar kenapa dia kesulitan mengerjakanya. Dia keluar laboratorium dengan perasaan lega karena paling tidak dia sudah melewati salah satu mimpi buruknya. Di depan pintu Lab, dia disambut dengan senyum ramah sosok pujaanya, Taher.

“gimana tadi Na’? bisa? ”, tegur Taher.
“ya gitu deh.. lumayan susah,hehehe”, Naya terkekeh membayangkan nilainya nanti.
“oh ya Naya, tadi kamu di Lab utara ya? Pantesan nggak ketemu, kamu pasti nyariin aku ya..?” Taher mulai mengoda Naya.. Iyaa… aku celingukan nyariin kamu sampek aku nggak berdo’a tadi gara-gara nyariin mukamu itu,huh! Kata-kata itu sebenarnya yang akan di ucapkan Naya. Tapi yang keluar malah,
“ngapain nyariin kamu! Pede banget deh kamu!” 
“hahaha, segitu marahnya, bercanda kali” sahut Taher lagi tanpa tahu apa isi batin Naya sebenarnya. 
“ntar malem belajar mikrobiologi barengan ya..ajakin si Lidya juga, biar aku rada semangat gitu,oke cantik?” pinta Taher yang seketika membuat hati Naya serasa di diami ribuan Fsciola hepatica yang siap meremukkan setiap sela dan setiap bagian dalam hatinya yang telah ia siapkan hanya untuk Taher. Pujaannya,  semangatnya, dan seluruh kata indah yang hanya dia berikan pada lelaki yang sekarang ada di hadapanya dan baru saja memintanya untuk mendekatkannya kepada gadis lain yang juga sahabatnya.

Hati Naya hancur. Di sudut dinding megah laboratorium ada secuil hati yang juga patah. Secuil hati milik seseorang yang sedari tadi memandangi Naya dengan mata tajamnya. 
Di sudut itu, hati itupun remuk. 

Cerpen By : IRMA MS ( 2011 B ) 

Saturday, March 23, 2013

Hearing Belum Hasilkan Titik Temu : Mahasiswa Belum Puas


Malang – Petinggi dekanat Program Kedokteran Hewan (PKH) Universitas Brawijaya menggelar jejak pendapat dengan mahasiswa terkait berbagai permasalahan yang timbul di PKH sejak Desember lalu pada Rabu (20/3). Jejak pendapat ini dilakukan setelah mahasiswa melakukan dua kali aksi dan satu kali hearing dengan petinggi rektorat. Tujuannya adalah menjawab kegelisahan mahasiswa mengenai berbagai masalah dengan jalan damai dan musyawarah untuk mendapat kesimpulan yang dapat disepakati oleh kedua belah pihak.“Di sini kami bermaksud menyamakan persepsi, tidak ada konfrontasi,” terang Profesor Pratiwi. 
          Kegiatan ini dihadiri langsung oleh petinggi PKH. Ketua Program Prof. Dr. Pratiwi Trisunuwati, drh, MP., PD (Pembantu Dekan) II Dr. drh. Sri Murwani, dan PJS (Pejabat Sementara) PD III Dr. Ir. Edhi Sudjarwo, juga dihadiri oleh drh. Djoko Winarso selaku mantan direktur STTP Malang, drh. Nugroho Nurponco dari Majelis Profesi dan Ketua PDHI Jatim II, dan beberapa orang penting lain dari pihak akademik dan dosen. Sayangnya PD II Prof. Dr. Aulanni’am, drh. DES berhalangan hadir dan digantikan oleh drh. Handayu Untari. Kedatangan drh. Dyah Ayoe Oktavianie dan Dyah Kinasih Wuragil yang diundang langsung oleh mahasiswa sempat membingungkan ketua program karena tidak tercantum dalam daftar undangan. Hal tsb dilakukan mahasiswa untuk mendukung proses 
transparansi antara petinggi, mahasiswa, dan dosen.
          Jejak pendapat diawali oleh pemaparan sejarah dan status PKH sampai sekarang oleh ketua program, Profesor Pratiwi. Diskusi dilanjutkan dengan tanya jawab mengenai status BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dan DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) 2013 yang belum diakui statusnya karena mereka belum mau dilantik sebelum pejabat definitif PKH ditentukan, diskusi dan penolakan mahasiswa terhadap pengangkatan pejabat definitif non dokter hewan, serta aspirasi mahasiswa untuk mendukung Profesor Aulanni’am sebagai ketua program yang baru sesuai hasil angket dari mahasiswa.
          Penolakan pejabat definitif non dokter hewan sendiri didasarkan pada UU No 18 tahun 2009 mengenai Peternakan dan Kesehatan Hewan. Menurut mahasiswa, adanya pejabat definitif non dokter hewan di bidang kemahasiswaan akan membuat kredibilitas lulusan PKH UB dipertanyakan. Penjelasan dari drh. Nugroho Nurponco dari Majelis Profesi juga belum bisa menjawab kegalauan yang dirasakan mahasiswa.Acara hearing harus diakhiri karena sudah lebih satu jam dari batas waktu yang ditentukan. Pihak mahasiswa terpaksa menelan kekecewaan karena belum sempat menanyakan kejelasan dana praktikum dan kurangnya kualitas sarana dan prasarana  perkuliahan. Mereka merasa dengan dana DBP (Dana Bantuan Praktikum) yang telah dibayarkan, seharusnya kita bisa mendapat fasilitas kuliah dan praktikum yang lebih baik. 
          Secara umum, mahasiswa belum puas dengan hasil jejak pendapat. Namun beberapa orang sudah cukup lega dengan ketersediaan Profesor Pratiwi mengajukan aspirasi mahasiswa kepada rektor untuk kembali mempertimbangkan Profesor Aulanni’am sebagai calon ketua program baru. “Secara pribadi belum puas karena terbatasnya waktu dan kesempatan. Mahasiswa belum bisa menyampaikan semua tuntutan dan aspirasi,tidak ada pernyataan jelas dari ketua program terkait kapan penunjukan pejabat definitif serta tidak ada transparansi informasi dengan dosen, terlihat dari tidak adanya dosen yang diundang,” ujar Bondan Maulana dari DPM 2013, “kedepannya kami akan follow up terkait aspirasi angket calon ketua program yang baru dan tetap vacum sampai pejabat definitif dibentuk,” pungkasnya. (bay) 

Friday, March 22, 2013

GATHERING IMPROVE KESPER 2013



Gathering IMPROVE KESPER 2013
MALANG-Kepengurusan Improve Kesper periode 2013/2014 mengadakan Gathering bersama di ruang PKH-C6 Jumat sore (22/3). Gathering ini dihadiri oleh Dimas Risky E.P selaku ketua Kesper periode tahun lalu, pengurus baru 2013/2014 dan beberapa anggota kelompok minat profesi veteriner ini. 
      Pada saat pembukaan acara, Dimas menyampaikan bahwa meskipun ia telah melepaskan jabatannya sebagai ketua, Kesper ini tetap menjadi keluarganya. Selain itu Dimas juga memberikan pesan kepada kepengurusan Kesper yang baru untuk tetap menjaga kekompakan dan meningkatkan rasa memiliki terhadap Kesper ini. Jadikanlah Kesper ini sebagai wadah untuk menggali ilmu di bidang perunggasan dan  jangan jadikan kondisi PKH  yang seperti saat ini menjadi rintangan. 
Serah terima jabatan ketua KESPER 
            Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan serah terima Ketua Kesper dari pengurus lama ke pengurus baru periode 2013/2014 yaitu Risky Syafuadi. Pemilihan Ketua Kesper dilakukan saat pemilihan ketua Improve. Rizky berharap untuk satu tahun kedepan Kesper bisa menjadi  Improve yang lebih besar.
         Selain serah terima jabatan, gathering ini juga membahas beberapa proker untuk satu tahun kedepan. Diantaranya Dies Natalis dan Makrab yang akan dilaksanakan 4 Mei 2013, lab. skill, diskusi panel, kunjungan dan Peringatan Hari Telur Sedunia yang merupakan kegiatan rutin Kesper tiap tahunnya. Gathering pun ditutup dengan penjelasan metamorfosis Kesper dan sejarah pendiriannya tahun 2009 yang lalu. (DIF)

Gathering Perdana ‘Vet-shoot’- komunitas Fotografer PKH-UB



MALANG - Jum’at (22/03) komunitas fotografi ‘Vet-shoot’ PKH UB mengadakan first gathering bersama anggota barunya pada pukul 15.00 wib di ruang cassava PKH-UB. Dengan antusias, Deasy (2012 A) mengikuti acara  gathering perdananya bersama anggota Vet-shoot yang lain. “Cukup excited kegiatan seperti ini, apalagi sebelumnya saya tidak pernah tahu tentang fotografi. Makanya, disini saya ingin belajar,” katanya sumringah.Pengenalan mengenai seluk-beluk Vet-shoot dilakukan oleh Anna Zukiaturrahmah (2011 C) yang menjabat sebagai ketua club fotografi Vet-shoot PKH. Pengenalan ini menceritakan sejarah awal mula berdirinya Vet-shoot. Vet-shoot berdiri pada tanggal 11 Maret 2013 yang sebelumnya diberi nama V-shoot. Karena adanya keinginan yang besar  untuk  membuat dan  menunjukan komunitas fotografer bagi veteriner , maka namanya diganti menjadi Vet-shoot. 
        Vet-shoot sendiri merupakan sebuah komunitas yang dibawahi oleh  infokom, seperti Roll-E dan Candida Pers. Setelah dibuka dengan sejarah dari Vet-shoot, kemudian dilanjutkan dengan pengenalan struktur kepengurusan dari Vet-shoot. Sebagai ketua Anna Zukiaturrahmah (2011 C), wakil ketua Novrizal (2011 A), Bendahara Meka Lucky D. (2012 D), Sekertaris Sulastri (2011 C) , humas M. Rifa’i (2011 A) dan sebagai publisher Shally Faturrahma (2011 A). Rencana Kegiatan Vet-shoot kedepannya cukup menarik, seperti mengadakan  hunting foto bersama secara rutin setiap satu bulan sekali, lomba fotografi se-PKH setiap 3 bulan sekali, peliputan acara besar dan seminar fotografi yang direncanakan setiap satu tahun sekali. Menurut ketua, setelah kegiatan selesai dilakukan, akan diadakan evaluasi hasil hunting  foto dan juga sharing tentang dunia fotografi antar sesama anggota. Setelah pengenalan Vet-shoot selesai, acara dilanjutkan dengan sharing dan perkenalan masing-masing anggota. Tampak terlihat antusiasme anggota Vet-shoot dengan pertanyaan-pertanyaan seputar fotografi, seperti lomba dan hunting foto. “Sebenarnya sih Vet-shoot 
tidak dapat terlepas dari social media, karena banyak informasi yang kita berikan disana. Seperti lomba, info mengenai fotografi dan bahkan  dengan social media dapat menambah keakraban antara anggota.” Kata Shally Faturrahma sambil tersenyum. Ketua Vet-shoot, Anna Zukiaturrahmah (2011 C), mengatakan bahwa club fotografi sudah lama ada di PKH UB. 
               Akan tetapi, karena lama vakum pihak Infokom BEM meminta untuk mengaktifkan club ini kembali. Pada akhirnya, tanggal 11 Maret dilakukan rapat BPI dan terbentuklah Vet-shoot yang sekarang. “Semoga Vet-shoot makin berkembang, lebih sukses dan dapat dikenal bukan hanya di PKH saja.” Tambahnya. (LAN/RW).

Thursday, March 21, 2013

Perjuangan Tim Bola Voli Putri PKH Berakhir di Semifinal

Para Pejuang Tim Voli Putri 

MALANG – Tim kebanggaan bola voli putri PKH-UB unjuk gigi dengan bertanding melawan tim bola voli putri FPIK dalam ajang Rektor Cup pada Selasa (20/3). Ajang ini merupakan ajang perlombaan antar fakultas yang diadakan setiap tahunnya.
        Setelah melakukan pemanasan selama beberapa menit, pada pukul 14.10 WIB pertandingan dimulai. Panas matahari yang cukup terik tidak mengurangi rasa semangat anggota tim bola voli putri untuk bertanding dan berjuang di tengah lapangan FIA yang dijadikan lokasi pertandingan. Suasana siang itu juga diramaikan dengan kehadiran supporter yang sengaja datang untuk memberikan semangat. 
Suasana perlombaan
           Pada putaran pertama pertandingan, tim voli putri PKH mengalami kekalahan dengan score (10-25) pada menit ke-15. Pada putaran kedua Tim voli putri PKH berusaha mengejar ketertinggalan di putaran pertama. Akan tetapi, karena tim lawan yang begitu kuat, tim voli putri masih belum bisa mengejar ketertinggalan dan berakhir dengan score (4-25) pada menit ke-30. Pada putaran terakhir, di menit awal tim voli putri PKH  sempat unggul satu poin dari lawan (3-2). Sayangnya, pada akhirnya kegagalan harus diterima dengan perolehan score (11-25) pada menit ke-45. 
               Kapten tim, Lucia (2011 C), mengatakan jika persiapan tim voli putri kurang sehingga mengalami kekalahan. “Selain itu, pendanaan untuk pendaftaran Rektor Cup ini dari iuran kami sendiri dan tidak ada 
pelatih yang melatih kami,” Ujarnya.
             Sebelumnya, tim voli putra PKH juga berpartisipasi dalam ajang Rector Cup dengan bertanding melawan Fakultas Peternakan. Namun mereka harus mengalami kekalahan.
                “Harapan kami kedepannya, tim voli PKH lebih maju lagi dengan didukung fasilitas yang memadai seperti lapangan, tempat latihan, bola voli dan yang paling penting pelatih. Agar jika ada pertandingan lagi, kemampuan tim kami sejajar dengan fakultas lain,” tambah lucia seraya tersenyum (LAN/RW)

Wednesday, March 20, 2013

DEPKORA BEM PKH UB Memeriahkan Acara Rektor Cup


foto : Team Volly Putra PKH UB (dam)
Malang- lagi-lagi DEPKORA (Departemen Kreatifitas Seni dan Olahraga) memeriahkan acara rektor cup dalam kejuaraan bola voley. (19/03) pukul 14.00-15.00, tim bola voley pria yang dibentengi oleh arief yara (2011 B) , Dimas Amri (2011 B) , Beni Sepfo (2011 B)  , Adin N (2011 B ), Tino (2010 C) , Yehuda Laksana (2010 C ) , Muhammad Rifais (2011 B ), Faizal (2012 ) , Fahmi Arief (2011 B) mengalami kekalahan saat melawan Fakultas Peternakan, dengan score Nilai 25-20 , 25-18 , 25-11 . Hal ini ditegaskan oleh mentri DEPKORA (Azizah Noya ) bahwasanya kekalahan ini terjadi karena persiapan yang kurang matang dan hanya 3 kali latihan dan tidak adanya dukungan dari program. Azizah menuturkan , penampilan tim ini cukuplah bagus hanya dengan 3 kali latihan jarak score tidaklah jauh. Diharapkan persiapan dalam menghadapi pertandingan selanjutnya lebih matang sehingga kontingen bola voley mampu meraih kemenangan. (dam)
foto : suasana pertandingan (dam)

foto : pengaturan strategi team (dam)