This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Memupuk Kebersamaan Candida Adakan Gathering

lembaga pers mahasiswa Program Kedokteran Hewan ‘CANDIDA’ mengadakan gathering yang bertempat di lapangan rektorat Universitas Brawijaya.

Kita juga bisa..

Icang lulus dengan IPK 3,76 dengan durasi waktu 4 tahun 2 bulan. Bangga sekaligus menyandang beban adalah hal yang dirasakannya sekarang.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

.

Tuesday, December 15, 2015

Another side from BRAVA



Malang-Candida. November 2015 ditutup dengan menarik oleh KH, pasalnya pada tanggal 28-29 FKH UB mengadakan BRAVA (Brawijaya Veterinary in Action) yang merupakan acara bergengsi IMAKAHI (Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia),berupaworkshop yang diadakan pada tanggal 28 November di FKH UB dan seminar yang diadakan 29 November di GOR Raja Basa dengan materi yang berasal dari perpaduan 4 bidang profesi Kedokteran Hewan yaitu, perunggasan, pet animal, satwa liar dan ternak besar. Acara yang digawangi oleh IMPROVE ini berhasil mengumpulkan 70 peserta untuk workshop dan 216 untuk seminar yang berasal dari berbagai universitas yaitu, IPB, UGM, UA, UWKS, Udayana dan UB.
        Hewan yang dipergunakan dalam workshop BRAVA yaitu kambing, kura-kura, ayam dan kucing yang tentunya jumlahnya tidak sedikit. Dibandingkan dari segi keberhasilan acara BRAVA, tentu masalah yang ditimbulkan oleh adanya hewan-hewan tersebut dalam lingkungan perkuliahan menjadi masalah yang besar. Setelah acara BRAVA selesai, banyak panitia yang masih harus mencari hewan yang lepas, mengepel laboratorium embrio dari kotoran ayam dan bahkan membersihkan halaman gedung D FKH UB yang masih banyak terdapat kotoran kambing yang terkena air hujan. Kesolidan dan tanggung jawab dari panitia inilah yang membuat acara BRAVA sukses dilaksanakan.
“Terharu dan salut dengan totalitas yang dimiliki oleh teman-teman panitia BRAVA. Mereka memiliki tanggung jawab besar dan berusaha untuk tidak memberikan kekecewaan kepada pihak yang telah meminjamkan gedung dan laboratorium. BRAVA diisi  oleh orang – orang terbaik”.  Ungkap Jodi  Satriawan (2012) selaku Ketua Pelaksana ketika ditanya oleh crew Mak Can tentang kontribusi panitia BRAVA. 
Menurut Mak Can, BRAVA merupakan the biggest event yang ada di FKH selama ini, mampu menyatukan 5 universitas yang memiliki FKH dalam satu lingkup dengan 200 lebih peserta yang notabenenya FKH UB baru berkembang 8 tahun. Semoga selalu ada BRAVA ditahun kedepannya dan evaluasi pada BRAVA tahun ini dijadikan dasar inovasi untuk tahun-tahun selanjutnya. BRAVA, Jaya Indonesia! Dokter Hewan Bisa!



Apa Kata Mereka? Pesan Kesan Ketua LO dan LSO



Sehubungan dengan kegiatan Penutupan Kolegium yang dilaksanakan tanggal 5-6 Desember 2015 lalau, Buletin Suaka khusus menyuguhkan rubrik yang baru dan tentunya akan membangun motivasi teman – teman pemimpin LO ataupun LSO selanjutnya. Rubrik ini wajib dibaca! bakal menyesal apabila terlewatkan. Kenapa? Banyak pesan yang tersampaikan, yang akan membuat terharu, tertawa dan membuat teman-teman merasa memiliki kewajiban untuk tetap menjadi Kolegium FKH UB.
1. Hendri Ramdhoni – Presiden BEM RESPONSIVE 2015
Crew Mak Can berkesempatan secara langsung berbincang-bincang dengan Hendri Ramdhoni (2012) selaku presiden BEM RESPONSIVE FKH UB, banyak ungkapan dan pesan yang Hendri titipkan kepada Candida untuk penerus dan pelurus LO/LSO FKH UB.
“Maaf atas pribadi pemimpin yang masih jauh dari kata sempurna, yang masih seperti anak-anak, yang terkadang suka malu-maluin dan kadang suka marah-marah. Ya beginilah saya dengan segala keterbatasan, yang memiliki satu tujuan yaitu menjadi sosok pemimpin yang dapat menjadi dinding untuk menahan dari gempuran lawan, tombak saat menyerang dan badut disaat suasana sudah menegang. Maaf bila semua terlihat salah dan masih jauh dari kata pemimpin yang baik. Terimakasih  saya ucapkan sebesar-besarnya untuk BPI dan BPH BEM, terkhusus Nirwan Maulana yang selalu mendukung dan mensupport musyawarah maupun hasil diskusi saya, yang tidak pernah terbesit dalam pikir dan tindaknya untuk berbeda pendapat dengan saya. Terimakasih juga untuk semua ketua lembaga dan 6 anggota DPM, kalian hebat dengan koordinasi yang sangat baik, sampai lihatlah perkembangan inovasi-inovasi baru yang telah kita miliki. Mungkinkah itu semua terjadi kalau keadaan kita tidak baik-baik saja dan mungkinkah terjadi kalau bukan kalian yang ada diposisi tersebut? Pasti tidak sehebat sekarang. Terimakasih  untuk seluruh staf muda BEM, ketua pelaksana kabinet RESPONSIVE dan terimakasih seluruh panitia”. Ungkap Hendri selaku Presiden BEM RESPONSIVE ketika crew Mak Can menanyakan ungkapan yang ingin disampaikan untuk LO dan LSO seperjuangan.
        Ketika ditanya tentang pesannya untuk LO dan LSO yang akan memimpin di FKH UB, Hendri mengatakan dengan penuh ke-kakak-an, “Dek, titip lembaga-lembaga yang sudah kami bangun ya... walaupun apa yang sudah kita bangun ini masih belum apa-apa dan belum sempurna, semoga apa yang sudah kami tinggalkan ini walaupun sedikit tetapi dapat membantu kalian dan dapat diteruskan menjadi bangunan yang megah.”
        “Hai Ki, selamat ya terpilih menjadi Presiden BEM pengganti saya dan mas-mas Presiden BEM sebelumnya. Akhirnya salah satu cita-citamu terwujud, rintangan yang sudah kamu lewati begitu panjang dan terjal. Selamat telah berhasil menempuhnya dan menjadi sosok baru yang Kak Hendri yakin mampu untuk menghadapi pahit dan getirnya menjadi Presiden BEM. Terus semangat, jangan pernah menyerah, putus asa, apalagi berfikir untuk berhenti. 1 alasan ketika kamu harus berhenti ialah saat semuanya sudah SELESAI!”
2. Nirwan Maulana – Wakil Presiden BEM RESPONSIVE 2015
“Ungkapan yang ingin disampaikan kepada teman-teman LO dan LSO seperjuangan tak lain dan tak bukan adalah sangat berterimakasih untuk semua ketua lembaga dan setiap staf yang ada di bawah naungan kolegium FKH UB,tanpa partisipasi mereka semua kolegium mahasiswa tidak akan berjalan dan mati,semoga kedepan dan seterusnya kekeluargaan yang tercipta dalam kolegium mahasiswa ini dapat terus terjalin dan makin kompak,” ungkap Nirwan Maulana selaku Wakil Presiden BEM RESPONSIVE
“Sebuah negara yang besar tidak pernah melupakan sejarahnya,siapa pun pemimpin yang akan melanjutkan tongkat estafet kepengurusan 2015 ini diharapkan dapat belajar dari berjalannya proses kelembagaan dari awal sampai detik ini,jangan pernah takut untuk memberikan inovasi dan kontribusi yang luar biasa untuk fakultas tercinta ini, berat untuk mengemban amanah yang luar biasa ini,tapi jangan pernah berkecil hati karena seorang pemimpin sejati terlahir dengan cara dicaci maki, dikucilkan dan diremehkan,siapkan mental kalian karena dunia yang sebenarnya tidak ada yang sepenuhnya tentram sejahtera dan tidak memiliki permasalahan sedikit pun. Tetap semangat untuk penerus LASKAR PANJI UNGU”
“Untuk BEMsemoga dapat mengkoordinasi dengan baik setiap LSO yang ada di KH, tugas eksekutif memang berat, untuk itu jangan sampai ada pertentangan dalam menjalankan kegiatan,tolong ditingkatkan kembali sistem kaderisasi yang ada di KH. DPM memiliki tugas legislatif tentu tidaklah mudah bahkan amat sangat berat karena sebagai penghubung antara mahasiswa dan jajaran akademika,saya mengharapkan DPM tahun depan dapat berkerja sepenuh hati dan ikhlas dalam mengemban amanahnya,tegas tetapi tetap ramah dengan lembaga-lembaga yang lainnya. Untuk IMPROVE lebih ditingkatkan soft skill dunia medisnya. An-Nahl dengan kinerja sebuah lembaga dakwah Islam tentu tidaklah mudah, dengan menjalankan sebuah amanah dunia akhirat ini diharapkan dapat memberikan ilmu yang dapat membawa pemeluknya menjadi taat dalam beribadah walau dengan penuhnya jadwal kuliah,praktikum dan organisasi yang ada di KH ini. Untuk VHC selamat tahun ini telah berhasil mewujudkan sebuah konser yangg spektakuler dengan penonton yang sangat antusias, banyak mahasiswa KH yang memiliki suara emas dengan ciri khasnya masing-masing, diharapkan suara-suara emas ini dapat terus di wadahi dan dapat berkompetisi dalam ajang yang lebih tinggi lagi sehingga dapat mengharumkan nama baik FKH UB.”
3. Wijawa Kusuma Maheru – Ketua DPM LUGAS 2015
Siapa  yang tidak kenal dengan Wijaya Kusuma Maheru. Kolega kita yang satu ini merupakan ketua DPM FKH UB periode 2015. Meskipun kejayaannya sudah dilengserkan, Kak Jaya tetap eksis dikalangan mahasiswa.
Pada saaat diwawancarai pada jumat, 4 Desember 2015 lalu, Kak Jaya berpesan  pada kepengurusan DPM periode 2016 untuk meharmoniskan internal DPM sebelum para anggota DPM melangkah pada tahap menampung aspirasi mahasiswa dan kemudian maju ke Dekanat.  Hal ini bertujuan untuk menyelarasan pemikiriran tiap-tiap anggota DPM. Selain itu, menurut Kak Jaya kaderisasi pada anggota DPM perlu ditingkatkan, mengingat para calon legislatif dan calon eksekutif pada pemilwa kemarin sebagian besar diisi oleh anggota DPM periode 2015. Selain itu, Kak Jaya juga berpesan pada DPM periode 2016 untuk tegas dan konsisten, serta aktif dan peka. Aktif disini berarti DPM harus menghasilkan produk-produk yang dibutuhkan mahasiswa dan peka dalam menanggapi kebutuhan mahasiswa.
Bagi Kak Jaya DPM sudah menjadi keluarganya. Beliau banyak belajar selama menjabat sebagai Ketua DPM. Keseimbangan, salah paham, kebersamaan menjadikan kesan istimewa bagi Kak Jaya selama menjabat. Namun demikian, Kak Jaya sangat mengapresiasi  DPM periode 2016 dan yakin akan menjadi lebih bagus dari sebelumnya.
4. Adrian Bagus Prakoso – Ketua IMPROVE 2015
“Terbaik!!Walaupun terkadang ada sedih maupun senangnya, tapi tetap kepengurusan ini sangat berkesan bagi saya. Perbedaan – perbedaan yang selalu saja ada dari tahun ke tahun dan tentunya perbedaan itu adalah perbedaan kearah yang lebih baik dari kepengurusan sebelumnya.  Apalagi dengan tiga acara besar IMPROVE yang sudah sukses pada tahun ini, yaitu HUT, Diklat IMPROVE dan BRAVA. Saya sangat salut dengan semuanya, mulai dari persiapannya, konsep acaranya dan tak lupa orang-orang yang berperan demi terwujudnya acara – acara ini.”
“Harapan saya kepada pemimpin LO/LSO selanjutnya adalah semoga saja semua program  dan rencana yang dijanjikan terealisasi sesuai dengan seharusnya bahkan lebih baik lagi. Harapan saya untuk kepengurusan IMPROVE berikutnya, semoga kepengurusan yang baru nanti bisa lebih baik dari kepengurusan saya dan saya harap kepengurusan itu dapat mengungguli saya dalam segala hal, sehingga IMPROVE akan lebih maju.”


5. Abdul Wahid – Ketua An Nahl 2015
Ketua LSO An Nahl Abdul Wahid tidak memiliki banyak evaluasi untuk periode kepengurusannya karena menurut beliau semua pemimpin LO/LSO sudah menjalankan perannya masing-masing dengan baik. Para ketua lembaga juga sudah kompak. Kesan pesan selama setahun masa jabatan beliau adalah senang dan bangga menjadi bagian KH UB karena berjalan beiringan membangun KH yang lebih baik. Beliau berterima kasih juga atas segala pengorbanan LO / LSO baik ketua maupun anggota yang telah berjuang bersama demi kemajuan profesi Veteriner. Beliau yakin KH kedepannya akan jauh lebih baik dari tahun ini. Kakak yang akrab disapa ‘Akh Wahid’ ini juga memberi semangat kepada adik-adik para pembawa estafet kepemimpinan LO / LSO di KH. Beliau memiliki pesan untuk para pemimpin LO/LSO yang akan memimpin nantinya agar jangan menjadikan kepemimpinan itu sebagai suatu kebanggaan, namun jadikanlah kepeminpinan itu sebagai tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan di akhirat. Selalu berikan energi terbaik dalam menjalankan amanah. Selamat berkarya dan terus jaga kekompakan setiap ketua LO/LSO karena misi kita yang sama yaitu membangun KH yang lebih baik. Seorang pemimpin (Qiyadah) adalah orang yang bukan hanya bisa memerintah namun juga bisa bertindak sebagai teladan bagi para anggotanya. Pupuklah sikap ikhlas, sabar dan jiwa rela berkorban sebab semakin tinggi suatu pohon maka akan semakin besar pula angin yang menerpanya. Beliau berharap agar pemimpin maupun anggota LSO khususnya An Nahl senantiasa memaksimalkan perannya, menjadikannya sebagai keluarga kedua sebab lembagalah yang membutuhkan kalian, bukan sebaliknya. An Nahl bukan tempat mencari eksistensi, tetapi jadikanlah Allah dan Rasulnya sebagai alasan kuat kalian untuk tetap ada di An Nahl, menjadi penerus estafet dakwah.
6. Annisa Nurbani Ibrahim – Ketua VHC 2015
Selaku Ketua VHC, Annisa memiliki andil yang besar dalam berkembangnya VHC. Dimana pada tahun kepemimpinan Annisa, VHC mampu mengadakan Annual Concert yang pertama. Annisa berpesan untuk kedepannya VHC terus belajar.
“Terima kasih VHC untuk segala pembelajaran dan tawa, segala persahabatan, segala pengalaman. Jangan pernah lelah berproses dan belajar bersama-sama. Berlatih lebih giat lagi karena hasil tidak mengkhianati prosesnya. Semoga VHC bisa menyanyi di atas panggung yang lebih besar lagi.”(AR, NJ, NR, HS)







Live Report Penutupan Kolegium: Keseruan dalam Perpisahan



Malang – Candida. Disetiap pertemuan pasti ada perpisahan,ada awal pasti ada akhir ya inilah sesuatu yang tidak dapat terhindarkan,seperti yang dialami oleh kolega kita tercinta yang  pada Hari Sabtu- Minggu 5-6 Desember 2015 melaksanakan kegiatan Penutupan Kolegium yang dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya.Kolegium adalah sebutan rumah bagi civitas akademika FKH UB,dimana kolegium sendiri terbangun atas beberapa LO dan LSO seperti BEM,DPM,An-Nahl.VHC dan IMPROVE. Kegiatan Penutupan Kolegium dimulai Hari Sabtu5 Desember 2015 pukul 13.00 WIBhingga Hari Minggu 6 Desember 2015  pukul 11.30 WIB yang bertempat di gedung B FKH UB.Acara ini juga bertujuan untuk mempersiapkan kepengurusan selanjutnya dimana staf muda dari masing-masing lembaga memasuki tingkatan menjadi staf ahli yang akan meneruskan estafet  kepengurusan organisasi di KH kita tercinta.
1449400962390Acara ini dimulai dengan manajemen konflik bersama pemateri yang sangat luar biasa yaitu Kak Adit  dari Fakultas Peternakan angkatan 2011,setelah itu dilanjutkan dengan evaluasi kinerja kelembagaan selama satu periode. Malam harinya acara diisi dengan pentas seni dari masing-masing kelembagaan, dilanjutkan dengan api unggun dan menonton film bersama.Pagi harinya acara juga tak kalah menarik yaitu kerja bakti barsama dan juga menanam pohon di sekitar lingkunagan KH sebagai wujud dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar, acara penanaman  bibit pohon dihadiri Bapak Edi S. selaku Wakil Dekan III FKH UB.
“Yang jelas dari setiap rangkaian acara sangat seru contohnya saja materi manajemen konflik yang mana peserta sangat antusias mengikutinya dan yang paling seru adalah acara penanaman pohon serta kerja bakti di lingkungan KH,kapan lagi ada momen yang dapat menyatukan keluarga besar kolegium dalam suatu ruangan yang penuh kehangatan cinta terhadap KH jika tidak di penutupan kolegium”. Ungkap Febry (2014 C) selaku Ketua Pelaksana Penutupan Kolegium ketika ditanya mengenai seberapa menarik acara ini
Inti dari kegiatanPenutupan Kolegium merupakan pertanda bahwa amanah jabatan yang mereka emban telah usai,tetapi amanah itu hanya usai secara struktural saja sebaliknya amanah moral untuk membangun KH menjadi lebih baik akan tetap melekat pada jiwa aktivis-aktivis muda KH yang penuh talenta.Mari berkontribusi aktif untuk KH yang lebih baik.(FD, ADP)

Versus: Stiker UB untuk Apa Sihhh......???



Seminggu yang lalu telah dilakuan pembagian stiker UB untuk semua mahasiswa, dosen maupun karyawan Universitas Brawijaya yang memiliki atau memakai kendaraan pribadi ke kampus. Namun, apa sebenarnya maksud dari pembagian stiker UB tersebut? Apakah semacam kartu parkir? Atau mungkin kartu bebas memasuki area UB? apakah semua orang wajib memiliki stiker UB untuk dapat memasuki kawasan UB? Apakah ada sanksi bagi kendaraan yang tidak memiliki stiker UB untuk keluar masuk UB? Di FKH sendiri kabar awal yang  Mak Candapatkan dari kolega tentang apa itu stiker UB, apa kegunaannya, dimana harus dipasang dan kapan mulai diberlakukan juga masih simpang siur. Hal ini kemungkinan terjadi karena tidak adanya sosialisasi dari pihak terkait tentang stiker UB tersebut. Berkaitan dengan hal tersebut Mak Can telah mewawancarai beberapa kolega untuk mengutip komentar mereka terkait penggunaan stiker di UB. Mari kita simak.

“Menurut saya hal tersebut merupakan dua mata koin yang saling bertentangan. Di satu sisi, memang menguntungkan, karena selain meningkatkan fasilitas keamanan di lingkup Kampus Brawijaya, penggunaan stiker untuk akses keluar masuk merupakan solusi praktis untuk mengurangi kemacetan yang sering terjadi di pintu keluar Kampus Brawijaya akibat menunjukkan STNK. Selain itu hal lain yang perlu diperhatikan adalah “privasi akses” dimana kita sebagai Mahasiswa Brawijaya diberikan kewenangan khusus yang mana tidak sembarangan kendaraan bisa masuk ke dalam kampus, hal ini menambah tingkat moral sebagai mahasiswa karena semua yang berbau privasi lebih terlihat mahal dan famous di mata masyarakat. Namun hal yang perlu menjadi point negatif dari segi stiker sendiri adalah metode pembagiannya, hal yang perlu kita sadari bahwa bila diberlakukannya sistem stiker yang terbatas pemberiannya. Bila ditilik dari model stiker yang dibagikan, apakah stiker yang dibagikan cukup kuat untuk menempel di kendaraan kita dalam waktu yang lama? Lalu juga untuk mahasiswa yang memiliki lebih dari satu kendaraan atau mahasiswa yang sering berganti kendaraan pasti juga cukup kerepotan dengan kebijakan ini. Jadi menurut saya untuk keefektifan sistem penggunaan stiker ini disarankan setiap mahasiswa dapat mengambil lebih dari satu bila mempunyai lebih dari satu kendaraan dan ada sistem pengambilan ulang untuk mengatasi stiker yang sudah mulai rusak”. (R.Yusran Karima – Mahasiswa KH 2011)
“Untuk Stiker Kendaraan UB, menurut saya dengan diberlakukannya stiker tersebut bisa meminimalisir terjadinya pencurian (kendaraan atau helm), karena tidak sembarangan orang bisa masuk UB dan UB juga tidak dijadikan jalan umum lagi”(Sulthon Nurur Rizki - Mahasiswa KH 2012)
“Menurut saya adanya stiker untuk kendaraan bermotor di UB cukup positif untuk mencegah orang-orang yang tidak berkepentingan masuk ke UB. Hal ini juga diharapkan meningkatkan keamanan dari civitas akademika UB dan tidak menjadikan UB seperti jalanan umum dimana orang-orang bebas memasuki UB. Namun sebaiknya harap disosialisasikanteknis pengambilan dan pemakaian stiker tersebut karena banyak mahasiswa yang belum mengetahui, serta harap lebih diawasi lagi pemakaiannya agar tepat guna sesuai kegunaan dari stiker itu sendiri”(Previana Rahmawati– Mahasiswa KH 2013)
“Stiker Kendaraan yang diberlakukan di UB sepertinya adalah program tahun sebelumnya yang sempat tertunda. Tertanggal 1 Desember 2015 seharusnya program sudah dimulai tetapi nyatanya belum, sampai saat ini saya keluar dari gerbang UB tidak perlu diperiksa ada tidaknya stiker bahkan pengecekan STNK juga semakin jarang. Jika saja keamanan di UB dikoordinasikan dengan baik dan telaten, saya rasa keamanan di UB meningkat drastis karena hanya kendaraan mahasiswa dan civitas UB saja yang boleh masuk. Semoga dengan adanya program ini semakin membenarkan keamanan di universitas yang kita sayangi ini”(Rifqi Rahman – Mahasiswa KH 2014)
Dapat dilihat di atas bahwa komentar kolega Mak Can sangat beragam, kebanyakan menyatakan bahwa stiker UB tersebut berfungsi untuk meningkatkan keamanan area UB dari tindak pencurian terutama berkaitan dengan kendaraan bermotor. Namun apakah jawaban yang tepat terkait stiker UB ini, mari kita simak jawaban dari bapak Drs. Hadi Mulyono, MAP selaku Ka.Tata Usaha/Ka. Subbag Umum dan Perlengkapan  FKH-UB yang berwenang atas pembagian stiker UB di fakultas kita tercinta ini.
“Pada dasarnya, sejauh ini adanya stiker UB tersebut berfungsi sebagai ketertiban dan identitas UB saja. Tidak ada pungutan khusus untuk kendaraan yang tidak memakai stiker UB, jadi untuk saat ini tidak perlu bingung bagi yang memiliki kendaraan lebih dari 1, tidak perlu repot-repot meminta setiker lebih karena setiap orang hanya berhak memiiki 1 stiker saja. Jangan salah paham, stiker ini bukan pengganti STNK yang wajib ditunjukkan saat hendak keluar dari area UB. Jadi walupun setiap telah memasang stiker ini pada kendaraan, tetaplah diwajibkan untuk menunjukkan STNK saat hendak keluar area UB. Kedepannya mungkin dengan adanya stiker ini akan digunakan untuk mencegah orang umum bebas keluar masuk UB. Untuk waktu berlakunya stiker UB ini sendiri akan dimulai pada tanggal 1 Januari 2016”
Jadi, untuk sekarang ini  kolega Mak Can tidak perlu resah dan bingung menegenai Stiker UB tersebut. Tidakakan ada penarikan retribusi walaupun kita belum memasang stiker UB pada kendaraan kita. Intinya pemasangan stiker UB pada kendaraan hanya sebagai ketertiban dan merupakan identitas kita sebagai bagian dari Brawijaya, ya... dapat dikatakan untuk memupuk rasa kebanggaan kita terhadap kampus tercinta kita ini(NA, AFY, FK& FH)