.

Wednesday, June 19, 2013

MACET SAMBUT DATANGNYA MABA UB


 Bunyi klakson mobil yang saling menyambar di sepanjang jalan dari gerbang Soekarno-Hatta sampai gerbang Veteran menyambut datangnya mahasiswa baru (maba) dan calon maba pada hari Selasa dan Rabu (18-19/6) kemarin. Mobil-mobil pengantar maba dan calon maba seperti tidak ada hentinya berlalu lalang membuat lalu lintas tidak bergerak. Ramainya UB ini dikarenakan sedang adanya tes tulis SBMPTN untuk para calon maba dan verifikasi rapor untuk maba yang telah dinyatakan diterima.
            Verifikasi rapor maba bertempat di Gedung Sasana Samantha Krida (Sakri) dan didatangi oleh ratusan maba yang diterima melalui jalur undangan. Banyaknya pengantar maba tersebut menyebabkan macet total di beberapa titik di UB seperti dai bundaran UB, FTP, dan depan Sakri.
            Menanggapi macetnya jalanan UB, salah satu mahasiswa FIA, Fitria (2012) menuturkan bahwa hal ini sangat mengganggu, “ Ya jelas sangat mengganggu lah. Dari Veteran mau ke asrama aja butuh waktu setengah jam yg biasanya cuma 5 menit. Terus parkiran jadi nggak karu-karuan. Ini baru maba jalur undangan aja udah kayak gini, gimana kalo yang jalur tulis? Gimana waktu maba 15.000 ini dateng semua. Mau ditaroh mana ini motornya”, gerutu mahasiswi berjilbab ini.
            Di sisi lain, Yudha (2011) yang merupakan mahasiswa PKH mengatakan bahwa datangnya banyak maba ini tidak hanya berdampak pada macet, juga banyaknya lahan-lahan yang dulunya taman dijadikan parkiran untuk memenuhi kebutuhan lahan parkir seluruh mahasiswa UB, “ Kan udah bisa diliat tuh, tamannya PKH, tamannya MIPA, sama tamannya FIB aja udah digusur mau dijadiin parkiran. Tinggal nunggu waktu aja taman lain juga”. Menurut website resmi UB, untuk jalur SNMPTN (undangan) Universitas Brawijaya menerima sekitar 7.700 mahasiswa yang merupakan separuh dari total mahasiswa yang akan dijaring yakni 15.000, yang mana membuat banyak mahasiswa resah terkait dengan lahan parkir yang semakin menyempit. (HYS)

1 comment:

  1. woo dewasa :O
    kapan rektor kita sadar?!

    ReplyDelete